Thursday, 30 May 2013

Strategi Bimbingan Konseling

Mata kuliah Bimbingan Konseling di program studi PGSD UPY biasanya disajikan di semester 6. Mata kuliah ini sangat penting untuk membekali mahasiswa sebagai calon guru. Diharapkan dengan mempelajari mata kuliah ini, para mahasiswa ini akan lebih siap untuk menghadapi segala permasalahan yang akan timbul nantinya jika sudah terjun di dunia pendidikan.ataupun di masyarakat. Sehingga dengan pengalaman yang sudah didapat dari perkuliahan ini dapat diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. Bagi mahasiswa transfer dari DII PGSD, biasanya sudah menempuhnya pada perkuliahan sebelumnya. Layanan BK disekolah bertujuan untuk memberikan dorongan kepada siswa atau pun pemecahan masalah yang disesuaikan dengan karakteristik siswa itu sendiri. Dalam layanan BK diperlukan Strategi Bimbingan Konseling supaya pemecahan masalah akan tepat sasaran. Guru sebagai konselor dalam hal ini bukan seperti hakim yang akan memvonis dengan dalih dalih tertentu, tetapi guru yang sekaligus konselor ini justru akan memberikan perlindungan kepada klien. Datang kepada konselor bukan berarti harus bermasalah, konselor ditekankan justru sebagai penguat,.motivator dan melindungi klien karena apapun yang dikonsultasikan kepada konselor akan dijaga kerahasiaannya. Supaya tidak salah dalam penanganan, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan :
Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terkait dengan empat komponen program yaitu: 
(1) Strategi layanan dasar; 
(2) Strategi layanan responsif ; 
(3) Strategi perencanaan individual ; dan 
(4) Dukungan sistem , mencakup: 
      a. Manajemen Program 
      b. Personalia dan Pengorganisasiannya.

1. Strategi untuk Layanan Dasar Bimbingan
a. Bimbingan Klasikal

Layanan dasar diperuntukkan bagi semua siswa. Hal ini berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para siswa di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan layanan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan layanan dilaksanakan melalui pemberian layanan orientasi dan informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi siswa. Layanan orientasi pada umumnya dilaksanakan pada awal pelajaran, yang diperuntukan bagi para siswa baru, sehingga memiliki pengetahuan yang utuh tentang sekolah yang dimasukinya. Kepada siswa diperkenalkan tentang berbagai hal yang terkait dengan sekolah, seperti : kurikulum, personel (pimpinan, para guru, dan staf administrasi), jadwal pelajaran, perpustakaan, laboratorium, tata-tertib sekolah, jurusan (untuk SLTA), kegiatan ekstrakurikuler, dan fasilitas sekolah lainnya. Sementara layanan informasi merupakan proses bantuan yang diberikan kepada para siswa tentang berbagai aspek kehidupan yang dipandang penting bagi mereka, baik melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). Layanan informasi untuk bimbingan klasikal dapat mempergunakan jam pengembangan diri. Agar semua siswa terlayani kegiatan bimbingan klasikal perlu terjadwalkan secara pasti untuk semua kelas. 
b. Bimbingan Kelompok
Konselor memberikan layanan bimbingan kepada siswa melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para siswa. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum ( common problem ) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress. Layanan bimbingan kelompok ditujukan untuk mengembangkan keterampilan atau perilaku baru yang lebih efektif dan produktif.
c. Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas 
Program bimbingan akan berjalan secara efektif apabila didukung oleh semua pihak, yang dalam hal ini khususnya para guru mata pelajaran atau wali kelas. Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti prestasi belajar, kehadiran, dan pribadinya), membantu memecahkan masalah siswa, dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. 
Aspek- aspek itu di antaranya : (a) menciptakan sekolah dengan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif
bagi belajar siswa; (b) memahami karakteristik siswa yang unik dan beragam; (c) menandai siswa yang diduga bermasalah; (d) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching; (e) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing; (f) memberikan informasi tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa; (g) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan, sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja, suasana kerja, persyaratan kerja, dan prospek kerja); (h) menampilkan pribadi yang matang, baik dalam aspek emosional, sosial, maupun moral-spiritual (hal ini penting, karena guru merupakan “figur central” bagi siswa); dan (i) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif.
d. Berkolaborasi (Kerjasama) dengan Orang Tua
Dalam upaya meningkatkan kualitas peluncuran program bimbingan, konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua siswa. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga oleh orang tua di rumah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi, pengertian, dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini, dapat dilakukan beberapa upaya, seperti : (1) kepala sekolah atau komite sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke sekolah (minimal satu semester satu kali), yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor, (2) sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah siswa, dan  (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke sekolah, terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya.

Demikian sedikit ulasan mengenai Bimbingan Konseling dan Strateginya, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang Bimbingan Konseling itu sendiri. Jika ada kekurangan mohon ditambahkan. Jika ada kesalahan mojon dimaafkan. Kita sama sama belajar. Terima Kasih.

0 komentar:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates